perbedaan jenis kambing dan domba

Sunday, October 1st, 2017 - kambing

perbedaan jenis kambing dan domba – type kambing serta domba yg terlebih diternakkan di Indonesia. Diluar itu, mudah-mudahan saja tulisan ini bisa jadi bahan pertimbangan serta perbandingan untuk anda sebelumnya mulai usaha ternak kambing ataupun domba.

perbedaan jenis kambing dan domba

perbedaan jenis kambing dan domba

perbedaan jenis kambing dan domba

perbedaan jenis kambing dan domba

Type kambing ataupun domba di Indonesia, terkecuali jumlahnya makin bertambah, juga dari sisi type begitu bermacam. Type yg bermacam bisa datang dari introduksi dari luar Indonesia ataupun hasil perkawinan silang dengan varietas lokal di Indonesia. perbedaan macam-macam daging

Tersebut disini sebagian type yg terdapat banyak di Indonesia. Baiklah, mari kita mulai saja ya :

Jenis jenis Kambing

Kambing Kacang

Type kambing ini yaitu satu diantara ras unggul kambing yg pertama kalinya diperkembang di Indonesia. Kambing kacang adalah kambing lokal Indonesia, kambing ini mempunyai daya penyesuaian yg tinggi pada keadaan alam setempat dan mempunyai daya reproduksi yg tinggi juga. Kambing kacang jantan serta betina keduanya adalah type kambing pedaging.

Ciri khas kambing kacang :

  • Memiliki badan yg relatif kecil dengan kepala enteng serta kecil.
  • Posisi telinganya tegak, berbulu lurus serta pendek.
  • Umumnya mempunyai warna bulu tunggal putih, hitam, coklat, atau gabungan ketiganya.
  • Kambing jantan ataupun betina mempunyai dua tanduk pendek.
  • Berat badan jantan dewasa bisa menjangkau 30 kg, dan betina dewasa menjangkau 25 kg.
  • Tinggi kambing jantan 60 – 65 cm, sedang yg betina 56 cm.
  • Memiliki bulu pendek pada semua badan, terkecuali pada ekor serta dagu, pada kambing jantan juga tumbuh bulu panjang selama garis leher, pundak serta punggung hingga ekor serta pantat.

 

Kambing Ettawa (Kambing Jamnapari)

Kambing Ettawa atau juga dikenal dengan nama Kambing Jamnapari, adalah type kambing unggul yg bisa diternakkan jadi kambing penghasil susu ataupun jadi kambing penghasil daging. Kambing Ettawa ini dihadirkan dari India.

Mengenai ciri khas kambing Ettawa :

  • Badannya besar, tinggi gumba kambing jantan 90 cm sampai 127 cm serta yg betina menjangkau 92 cm.
  • Bobot yg jantan dapat menjangkau 91 kg, sedang betina cuma menjangkau 63 kg.
  • Telinganya panjang serta terkulai ke bawah.
  • Dahi serta hidungnya cembung.
  • Kambing jantan ataupun betina bertanduk pendek.
  • Kambing Etawa dapat hasilkan susu sampai tiga liter /hari.

 

Kambing Juarandu

Kambing Juarandu (Jawa Randu) mempunyai nama beda Bligon, Gumbolo, Koplo serta Kacukan. Kambing ini adalah hasil silangan dari kambing peranakan Ettawa dengan kambing Kacang, tetapi sifat fisik kambing kacangnya yg lebih menguasai. Untuk menghemat umumnya peternak susu kambing pilih kambing ini untuk diternakkan serta di ambil susunya. Kambing ini bisa hasilkan susu sejumlah 1, 5 liter /hari.

Ciri khas kambing Juarandu :

  • Memiliki badan lebih kecil dari kambing ettawa, dengan bobot kambing jantan dewasa bisa lebih dari 40 kg, sedang betina bisa menjangkau bobot 40 kg.
  • Baik jantan ataupun betina bertanduk.
  • Memiliki telinga lebar terbuka, panjang serta terkulai.
  • Baik jantan ataupun betina adalah type pedaging serta penghasil susu.

 

Kambing PE (Peranakan Etawa)

Kambing ini adalah hasil persilangan pada kambing Etawa dengan kambing lokal/Kacang, dengan maksud lebih dapat menyesuaikan dengan keadaan Indonesia. Kambing ini di kenal jadi kambing PE (Peranakan Etawa), serta sekarang ini juga dipandang jadi kambing Lokal.

Kambing PE memiliki ukuran nyaris sama juga dengan Etawa tetapi lebih adaptif pada lingkungan lokal Indonesia. Sinyal tanda badannya ada di antara kambing Kacang serta kambing Etawa. Jadi ada yg lebih ke arah kambing Etawa, serta beberapa ada yg lebih ke arah kambing Kacang.

Kambing ini awalannya menyebar di selama pesisir utara Pulau Jawa, serta sekarang ini nyaris di semua Indonesia. Pejantan memiliki sex-libido yg tinggi, sifat berikut yg membedakan dengan kambing Etawa.

Ciri khas kambing Peranakan Etawa :

  • Warna bulu belang hitam, putih, merah, coklat serta terkadang putih.
  • Badannya besar seperti Etawa, bobot yg jantan dapat menjangkau 91 kg, sedang betina menjangkau 63 kg.
  • Telinganya panjang serta terkulai ke bawah, bergelambir yg cukup besar
  • Dahi serta hidungnya cembung.
  • Kambing jantan ataupun betina bertanduk kecil/pendek.
  • Daerah belakang paha, ekor serta dagu berbulu panjang
  • Kambing Peranakan Etawa dapat hasilkan susu sampai tiga liter /hari.

 

Kambing Boer

Habitat Kambing Boer aslinya datang dari Afrika Selatan serta sudah jadi ternak yg ter-registrasi sepanjang lebih dari 65 th.. Kata “Boer” berarti petani. Kambing Boer adalah kambing pedaging yg sebenarnya karna pertumbuhannya amat cepat.

Kambing ini pada usia lima sampai enam bulan telah bisa menjangkau berat 35 – 45 kg, dengan rata-rata bertambahnya berat badan pada 0, 02 – 0, 04 kg /hari. Keragaman ini bergantung pada banyak susu dari induk serta ransum pakan setiap harinya. Kambing Boer jantan juga akan tumbuh dengan berat tubuh 120 – 150 kg ketika dewasa (usia 2-3 th.), sedang Betina dewasa (usia 2-3 th.) juga akan memiliki berat 80 – 90 kg. Boer betina ataupun jantan keduanya bertanduk.

Dibanding dengan kambing perah lokal, persentase daging pada karkas kambing Boer tambah lebih tinggi serta menjangkau 40% – 50% dari berat badannya.

Kambing Boer bisa dikenali dengan gampang dari badannya yg lebar, panjang, dalam, berbulu putih, berkaki pendek, berhidung cembung, bertelinga panjang menggantung, berkepala warna coklat kemerahan atau coklat muda sampai coklat tua. Sebagian kambing Boer mempunyai garis putih ke bawah di berwajah. Kulitnya berwarna coklat yg membuat perlindungan dianya dari kanker kulit karena sengatan cahaya matahari segera. Kambing ini begitu sukai berjemur di siang hari.

Kambing Boer bisa hidup pada suhu lingkungan yg ekstrim, dari mulai suhu begitu dingin (-25 derajat celcius) sampai begitu panas (43 derajat celcius) serta gampang menyesuaikan pada perubahan suhu lingkungan. Tahan pada penyakit. Mereka bisa hidup di lokasi semak belukar, lereng gunung yg berbatu atau di padang rumput. Dengan alamiah mereka yaitu hewan yg sukai meramban hingga lebih suka pada daun-daunan, tanaman semak dari pada rumput.

Kambing Boer Jantan

Boer jantan bertubuh kuat serta kuat sekali. Pundaknya luas serta ke belakang dipenuhi dengan pantat yg berotot. Boer jantan bisa kawin di bulan apa sajakah selama th.. Mereka berbau tajam karna hal semacam ini untuk memikat betina. Seekor pejantan bisa aktif kawin pada usia 7-8 bulan, namun dianjurkan supaya satu pejantan tidak melayani lebih dari 8 – 10 betina hingga pejantan itu berusia sekitaran setahun. Boer jantan dewasa (2 – 3 th.) bisa melayani 30 – 40 betina. Dianjurkan supaya semuanya pejantan dipisahkan dari betina pada usia 3 bulan supaya tidak berlangsung perkawinan yg tidak direncanakan. Seekor pejantan bisa mengawini sampai sepanjang 7 – 8 th..

Kambing Boer Betina

Boer betina tumbuh seperti jantan, namun terlihat begitu feminin dengan kepala serta leher ramping. Ia begitu jinak serta pada intinya sedikit berulah. Ia bisa dikawinkan pada usia 10 – 12 bulan, bergantung besar badannya. Kebuntingan untuk kambing yaitu 5 bulan. Ia dapat melahirkan anak-anak 3x dalam dua th.. Betina usia satu tahunan bisa hasilkan 1 – 2 anak. Sesudah beranak pertama, ia umumnya juga akan beranak kembar dua, tiga, bahkan juga empat.

Boer induk hasilkan susu dengan kandungan lemak begitu tinggi yg cukup untuk disusu anak-anaknya. Saat anaknya berusia 2½ – 3½ bulan induk mulai kering. Boer betina memiliki dua sampai empat puting, namun kadang-kadang tidak semua hasilkan susu. Jadi ternak yg kawinnya tidak musiman, ia bisa dikawinkan sekali lagi tiga bulan sesudah melahirkan. Birahinya bisa dideteksi dari ekor yg bergerak-gerak cepat dimaksud “flagging”. Boer betina dapat jadi induk sampai sepanjang 5 – 8 th..

 

Kambing Saanen

Kambing Saanen ini aslinya datang dari lembah Saanen, Swiss (Switzerland) sisi barat. Adalah satu diantara type kambing paling besar di Swiss serta penghasil susu kambing yg populer. Susah berkembang di lokasi tropis karna kepekaannya pada matahari. Oleh karenanya di Indonesia type kambing ini disilangkan sekali lagi dengan type kambing beda yg lebih resisten pada cuaca tropis serta tetaplah dinamakan kambing Saanen, diantaranya dengan kambing peranakan etawa.

Ciri khas kambing Saanen :

  • Bulunya pendek berwarna putih atau cream dengan titik hitam di hidung, telinga serta di kelenjar susu.
  • Hidungnya lurus serta muka berbentuk segitiga.
  • Telinganya simpel serta tegak ke samping serta ke depan.
  • Ekornya tidak tebal serta pendek.
  • Jantan serta betinanya bertanduk.
  • Berat dewasa 68-91 kg (Jantan) serta 36kg – 63kg (Betina), tinggi baik kambing ini 81 cm dengan berat 61 kg, di waktu tingginya 94 cm beratnya 81 kg.
  • Produksi susu 740 kg/ms laktasi.

 

Kambing Gembrong

Kambing Gembrong ada di daerah lokasi Timur Pulau Bali terlebih di Kabupaten Karangasem.

Pertama kalinya lihat hewan ini seperti lihat anjing berbulu panjang serta lebat, walau sebenarnya kambing. Lihat tubuhnya memanglah serupa kambing, namun apabila lihat bulunya yg lebat serupa anjing. Dari tubuh sampai kepala, hewan ini nyaris tertutup semuanya oleh bulu. Tersebut kambing Gembrong, kambing asal Bali yg nyaris punah.

Keunikan kambing Gembrong jantan berbulu panjang lebat serta mengkilap, yg tumbuh dari mulai kepala sampai ekor. Apabila dilewatkan, panjang bulu dapat menjangkau 25—30 cm. Tiap-tiap 12—16 bulan sekali, bulunya harus dicukur. Bila tidak, bulu sisi kepala bisa menutupi mata serta telinga, hingga juga akan menyulitkan kambing waktu makan.

Sedang bentuk serta ukuran badan kambing betina serupa kambing kacang. Namun di bagian bawah perut melebar. Kambing gembrong betina juga bertanduk, tetapi lebih pendek serta oval. Rambut panjang ada pada kambing jantan, sedang kambing Gembrong betina berbulu pendek sekitar 2-3 cm.

Warna badan menguasai kambing Gembrong biasanya putih beberapa berwarna coklat muda serta coklat. Alur warna badan umumnya satu warna, beberapa sekali lagi dua – hingga tiga warna. Tinggi kambing (gumba) 58 – 65 cm, bobot tubuh kambing dewasa 32-45 kg. Kambing jantan berjumbai pada dahi. Jumbai kadang-kadang tutup mata serta muka kambing.

Kambing gembrong ini dulunya adalah persilangan pada kambing Kashmir dengan kambing Turki. Ke-2 type kambing itu masuk ke Bali dari luar negeri jadi hadiah untuk seseorang bangsawan Bali, yg lalu berkembang hingga saat ini di daerah Bali.

Sebagian peternak coba menyilangkan kambing Gembrong dengan kambing Peranakan Ettawah (PE). Dari persilangan itu dibuat kambing gettah dengan kata lain gembrong ettawah.

 

Kambing Boerawa

Kambing Boerawa adalah kambing hasil persilangan pada kambing Boer jantan dengan kambing Peranakan Etawah (PE) betina.

Ternak hasil persilangan ke-2 type kambing barusan dimaksud dengan Boerawa yaitu singkatan dari kata Boer serta Peranakan Etawah. Kambing hasil persilangan ini mulai tumbuh serta banyak jumlahnya di Provinsi Lampung, meskipun usaha persilangan pada kambing Boer dengan kambing lokal sudah dikerjakan di sebagian provinsi yang lain seperti Sumatera Utara serta Sulawesi Selatan.

 

Kambing Muara

Kambing ini bisa didapati di daerah Kecamatan Muara, Kabupaten Tapanuli Utara di Provinsi Sumatera Utara.

Dari sisi penampilannya kambing ini terlihat gagah, badannya kompak serta sebaran warna bulu beragam pada warna bulu coklat kemerahan, putih serta ada pula berwarna bulu hitam. Bobot kambing Muara ini semakin besar daripada kambing Kacang serta terlihat prolifik. Kambing Muara ini seringkali juga beranak dua hingga empat sekelahiran (prolifik). Meskipun anaknya empat nyatanya bisa hidup hingga besar tanpa ada gunakan susu penambahan serta pakan penambahan namun tampilan anak cukup sehat, tidaklah terlalu jauh berlainan dengan tampilan anak tunggal waktu dilahirkan. Hal semacam ini disangka dikarenakan oleh produksi susu kambing relatif baik untuk keperluan anak kambing 4 ekor.

 

Kambing Kosta

Tempat penebaran kambing Kosta berada di sekitaran Jakarta serta Provinsi Banten. Kambing ini memiliki bentuk badan tengah, hidung rata serta terkadang ada yg melengkung, tanduk pendek, bulu pendek. Kambing ini dulunya terjadi dari persilangan kambing Kacang serta kambing Khasmir (kambing import).

Warna dari kambing Kosta ini yaitu coklat tua, coklat muda, coklat merah, abu-abu hingga hitam. Alur warna badan biasanya terbagi dalam 2 warna, serta sisi yg belang biasanya didominasi oleh warna putih.

Kambing Kosta ada di Kabupaten Serang, Pandeglang, serta di sekelilingnya dan diketemukan juga dalam populasi kecil di lokasi Tangerang serta DKI Jakarta. Sampai kini orang-orang cuma mengetahui Kambing Kacang jadi kambing asli Indonesia, tetapi karna bentuk serta perform Kambing Kosta mirip Kambing Kacang, seringkali susah dibedakan pada Kambing Kosta dengan Kambing Kacang, walau sebenarnya apabila dilihat dengan cermat ada ketidaksamaan yg cukup penting.

Satu diantara keunikan Kambing Kosta yaitu terdapatnya motif garis yg sejajar di bagian kiri serta kanan muka, diluar itu ada juga keunikan yg dipunyai oleh Kambing Kosta yakni bulu rewos dibagian kaki belakang serupa bulu rewos pada Kambing Peranakan Ettawa (PE), tetapi tidak selama bulu rewos pada Kambing PE dengan struktur bulu yg agak tidak tipis serta halus. Badan Kambing Kosta berupa besar ke sisi belakang hingga pas serta mungkin untuk jadikan type pedaging. Sekarang ini populasi Kambing Kosta selalu berkurang.

 

Kambing Marica

Kambing Marica yaitu satu macam lokal dari Kambing Kacang yg ada di Propinsi Sulawesi Selatan, serta adalah satu diantara genotipe kambing asli Indonesia yg menurut laporan FAO telah termasuk juga kelompok langka serta nyaris punah (endargement).

Daerah populasi kambing Marica didapati di sekitaran Kabupaten Maros, Kabupaten Jeneponto, Kabupaten Sopeng serta daerah Makassar di Provinsi Sulawesi Selatan. Kambing Marica miliki potensi genetik yg dapat menyesuaikan baik di daerah agro-ekosistem tempat kering, di mana curah hujan selama th. begitu rendah. Kambing Marica bisa bertahan hidup pada musim kemarau walaupun cuma menelan rumput-rumput kering di daerah tanah berbatu-batu. Ciri yg paling ciri khas pada kambing ini yaitu telinganya tegak serta relatif kecil pendek di banding telinga kambing kacang. Tanduk pendek serta kecil dan terlihat lincah serta agresif.

 

Kambing Samosir (Kambing Putih, Kambing Batak)

Berdasar pada sejarahnya kambing Samosir ini dijaga masyarakat setempat dengan turun temurun di Pulau Samosir, di dalam Danau Toba, Kabupaten Samosir, Propinsi Sumatera Utara.

Kambing Samosir pada awalnya dipakai untuk bahan upacara persembahan pada acara keagamaan satu diantara aliran keyakinan aninisme (Parmalim) oleh masyarakat setempat. Kambing yg dipersembahkan mesti yg berwama putih, jadi dengan alami masyarakat setempat telah selektif untuk pelihara kambing mereka memprioritaskan yg berwarna putih. Kambing Samosir ini dapat beradaptasi dengan keadaan ekosistem tempat kering serta berbatu-batu, meskipun pada musim kemarau umumnya rumput begitu susah serta kering. Keadaan pulau Samosir yg topografinya berbukit, nyatanya kambing ini bisa menyesuaikan serta berkembang biak dengan baik.

Badan kambing dewasa yakni rataan bobot tubuh betina 26 – 32 kg ; panjang tubuh 57 – 63 cm ; tinggi pundak 50 – 56 cm ; tinggi pinggul 53 – 59 cm ; dalam dada 28 – 33 cm serta lebar dada 17 – 20 cm.

Berdasar pada ukuran morfologi badan, kambing khusus lokal Samosir ini nyaris sama juga dengan kambing Kacang yg berada di Sumatera Utara, yg membedakannya pada kambing Kacang yakni penotipe warna badan yg menguasai putih dengan hasil observasi 39, 18% warna badan putih serta 60, 82% warna badan belang putih hitam. Pemberian nama kambing Samosir pada sekarang ini masih tetap dengan lokal serta di kenal dengan nama Kambing Putih atau Kambing Batak.

 

Jenis jenis Kambing

Domba Garut (Domba Priangan)

Menurut beberapa pakar domba seperti Prof. Didi Atmadilaga serta Prof. Asyikin Natasasmita, kalau Domba Garut adalah hasil persilangan segitiga pada domba lokal (asli Indonesia), Domba Cape/Capstaad (Domba Ekor Gemuk atau Kibas) dari Afrika Selatan serta Domba Merino dari Asia Kecil. Yg dibuat kurang lebih pada pertengahan era ke 19 (±1854) yg dirintis oleh Adipati Limbangan Garut.

Sekitaran 70 th. lalu yakni th. 1926 Domba Garut sudah memberikan satu keseragaman, umpamanya bentuk tanduk yg besar melingkar di turunkan dari Domba Merino.

Awal mulanya domba priangan atau domba garut ini berkembang di Priangan (Jawa Barat), terlebih di daerah Bandung, Garut, Sumedang, Ciamis, serta Tasikmalaya. Tetapi sekarang ini telah berkembang di semua pulau Jawa terutama serta Indonesia biasanya. Domba ini dijaga terkecuali jadi domba potong atau domba pedaging, juga dijaga jadi domba aduan.

Ciri khas domba garut :

  • Bertubuh besar serta lebar, lehernya kuat, dahi konveks.
  • Domba priangan jantan mempunyai tanduk besar serta kuat, melengkung ke belakang berupa spiral, serta pangkal tanduk kanan serta kiri nyaris menyatu. Sedang domba betina tidak mempunyai tanduk, panjang telinga tengah, serta terdapat di belakang tanduk.
  • Domba jantan memiliki berat 40-80 kg, sedang betina 30-40 kg.
  • Kadang-kadang didapati ada domba tanpa ada daun telinga.
  • Keunggulan domba priangan ini yaitu kulitnya adalah satu diantara kulit dengan kwalitas paling baik didunia, diluar itu dengan leher yg kuat serta badan yg besar, kuat, domba ini sesuai sama untuk domba aduan. Kelebihan yang lain yaitu penghasil daging yg begitu baik serta gampang dijaga.

 

Domba Texel Wonosobo (Dombos)

Domba Texel atau dikenal juga dengan nama Dombos yg berarti Domba Texel Wonosobo. Pada bulan Juli 2009, peternak di Lampung Timur menghadirkan 75 ekor betina serta 1 pejantan domba Texel yg dihadirkan dari daerah Dieng Wonosobo, serta nyatanya bisa menyesuaikan serta berkembang biak dengan baik di daerah Lampung Timur yg bersuhu panas.

Pada th. 1954/1955 Pemerintah menghadirkan 500 ekor Domba Texel dari Belanda serta dialokasikan ke banyak daerah di Propinsi Jawa Barat, Jawa Tengah (Baturaden Banyumas serta Tawangmangu Solo) serta Jawa Timur, namun daerah itu tidak dapat mengembangkannya. Pada akhirnya th. 1957, dipindahkan ke Daerah Wonosobo. Nyatanya masyarakat Wonosobo dapat meningkatkan Domba Texel itu, akhir th. 2006 populasi menjangkau 8. 753 ekor.

Domba Texel memiliki keunikan yg gampang dibedakan dari domba type beda yakni : Memiliki bulu wol yg keriting halus berupa spiral berwarna putih yg menyelimuti sisi badannya terkecuali perut sisi bawah, ke-4 kaki serta kepala. Postur badan tinggi besar serta panjang dengan leher panjang serta ekor kecil.

Domba Texel termasuk ternak favorit yg punya potensi jadi penghasil daging. Bobot tubuh dewasa jantan bisa menjangkau 100 kg serta yg betina 80 kg dengan karkas sekitaran 55 persen. Dalam penggemukkan dengan intensif bisa hasilkan bertambahnya berat tubuh 265 – 285 gr/hari. Orang-orang Kabupaten Wonosobo, Propinsi Jawa Tengah sudah banyak meniti usaha penggemukan intensif pada Domba Persilangan Texel dengan Domba Lokal, yg hasilkan keuntungan mencukupi. Selain itu Domba Texel bisa hasilkan bulu wool berkwalitas sejumlah 1000 gr/ekor/th., yg bisa dibuat jadi komuditas yg memiliki nilai lebih. Di pedesaan Wonosobo yg mungkin Domba texel sudah dirintis industri rumah tangga yg membuat bulu wool Domba Texel.

Domba Texel termasuk ternak yg cepat berkembang biak, bisa beranak pertama kalinya pada usia 15 bulan serta setelah itu bisa melahirkan tiap-tiap delapan bulan. Anak pertama relatif tunggal serta anak selanjutnya terkadang kembar dua. Domba Texel memiliki ciri-khas genetik yg relatif menguasai. Di Kabupaten Wonosobo, Domba Texel sudah banyak berikan peran genetik pada domba-domba lokal lewat sistem kawin silang, hasilkan domba domba persilangan yg mungkin jadi penghasil daging.

Masalah pengembangan Domba Texel oleh sebab tingginya keinginan dari luar daerah yg diduga untuk di export ke Malaysia. Hal semacam ini sesungguhnya tingkatkan pamor serta nilai harga Domba Texel tersebut, hingga tingkatkan kesejahteraan orang-orang peternak serta pedagang Domba Texel. Tetapi di bagian beda, apabila pengeluaran ke luar daerah tidak dikendalikan, dapat meneror terjadinya pengurasan ternak. Masalah beda, perkembang biakan Domba Dexel masih tetap bergantung pada kawin alam, berhubung belum juga terdapatnya Produsen Frozen semen Domba Texel.

Pemerintah sudah berusaha melestarikan Domba Texel lewat Program Village Breeding Centre (VBC) Domba Texel yg mencakup aktivitas pendataan, droping Domba Texel Gaduhan Pemerintah, sosialisasi serta promosi pelestarian ataupun tehnik budidaya dan kursus pemrosesan bulu, kulit serta daging Domba Texel.

 

Domba Batur Banjarnegara (Domas)

Domba Batur (atau Domas) sesungguhnya adalah domba hasil persilangan dari domba lokal yakni domba Ekor Tidak tebal (Gembel), domba Suffolk serta domba Texel. Pada 1984, grup tani ternak di Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, berupaya menyilangkan domba pertolongan presiden dengan domba lokal. Persilangan domba asal Tapos serta domba lokal hasilkan keturunan yg oleh warga dinamakan domba Batur atau Domas.

Awal mulanya berkembang di daerah Banjarnegara serta jadi ikon Banjarnegara, serta mulai sejak th. 2009 mulai tumbuh di banyak daerah Jawa serta Sumatera.

Domba batur jantan ataupun betina yaitu type domba potong yg adalah penghasil daging yg baik.

Ciri khas Domba Batur :

  • Tubuhnya besar serta panjang.
  • Kaki relatif pendek serta kuat.
  • Domba jantan ataupun betinanya tidak mempunyai tanduk.
  • Kulitnya relatif lebih tidak tebal dibanding domba garut, kibas, atau gembel, tetapi bulunya tidak tipis.
  • Warna bulu menguasai putih serta menutupi semua badannya sampai sisi muka domba.
  • Keunggulan paling utama domba Batur ini yaitu berat tubuhnya. Untuk domba jantan dewasa sekitar pada 90-140 kg serta domba betina 60-80 kg, dan tinggi tubuh domba jantan bisa menjangkau 75 cm serta tinggi domba betina 60 cm.

Domba Batur ini memanglah istimewa montok/gemuk, pada usia dua th. domba jantan biasanya telah dapat menjangkau bobot 100 kg serta betina 80 kg. Bahkan juga, domba jantan yg bagus bisa menjangkau bobot 140 kg. Domba dengan bobot begini umumnya jadikan pejantan.

Pembagian dagingnya (bukanlah karkas yg masih tetap bertulang) juga tinggi. Dagingnya lebih empuk serta lemaknya lebih tinggi. Untuk sate semakin bagus.

Domba Batur mulai bisa dikawinkan pada usia 8 bulan waktu si betina menjangkau bobot 50—60 kg. Satu ekor pejantan dapat mengawini 10 ekor betina. Betina bunting sepanjang lima bulan serta rata-rata jumlah anaknya 1, 5 ekor per kelahiran.

 

Domba Ekor Tidak tebal (Domba Gembel)

Domba ekor tidak tebal di kenal jadi domba asli Indonesia serta seringkali dimaksud Domba Gembel, dalam Bhs Inggris dimaksud Javanesse Thin-Tailed sheep.

Awal mulanya domba ini berkembang di daerah Jawa Tengah serta Jawa Barat, tetapi sekarang ini telah berkembang di semua pulau jawa terutama serta Indonesia biasanya.

Ciri khas domba ekor tidak tebal :

  • Termasuk kelompok domba berperawakan kecil, dengan berat tubuh domba jantan 30-40 kg serta domba betina 15-20 kg.
  • Bulu wolnya gembel berwarna putih menguasai dengan warna hitam di sekitar mata, hidung, serta bagian-bagian badan beda.
  • Ekornya tidak tunjukkan ada desposisi lemak.
  • Telinga biasanya medium hingga kecil serta beberapa berposisi menggantung.
  • Domba jantan mempunyai tanduk melingkar, sedang yg betina biasanya tidak bertanduk.

Kelebihan domba ekor tidak tebal ini yaitu berbentuk prolific (bisa melahirkan anak kembar 2-5 ekor tiap-tiap kelahiran), gampang berkembang biak serta tidak di pengaruhi musim kawin, dan dapat menyesuaikan pada daerah tropis serta makanan yg jelek.

 

Domba Ekor Gemuk (Domba Kibas)

Domba Ekor Gemuk juga dikenal dengan nama Domba Kibas (di Jawa), dikenal juga jadi domba Donggala, yg saat ini telah dipatenkan jadi domba ekor gemuk lokal Palu dari Sulawesi Tengah. Domba ini datang dari Asia Barat atau India yg dibawa oleh pedagang bangsa Arab pada era ke-18. Pada sekitaran th. 1731 hingga 1779 pemerintah Hindia Belanda sudah mengimpor domba Kirmani, yakni domba ekor gemuk dari Persia.

Awal mulanya domba Ekor Gemuk berkembang di Jawa Timur, Madura, Sulawesi, serta Nusa Tenggara (terlebih di Lombok). Tetapi sekarang ini telah berkembang di semua Indonesia.

Domba ini menyesuaikan serta tumbuh tambah baik di daerah beriklim kering.

Ciri khas domba ekor gemuk :

  • Bentuk tubuhnya sedikit semakin besar dari pada domba lokal yang lain.
  • Berat domba jantan menjangkau 40-60 kg, sedang domba betina 25-50 kg.
  • Tinggi tubuh pada jantan dewasa pada 52 – 65 cm, sedang pada betina dewasa 47 – 60 cm.
  • Warna bulu wolnya putih serta kasar.
  • Ekor yg besar, lebar serta panjang. Sisi pangkal ekor jadi membesar adalah timbunan lemak, sedang sisi ujung ekor kecil karna tidak berlangsung penumpukan lemak. Cadangan lemak dibagian ekor berperan jadi sumber daya pada musim paceklik.
  • Dada tampak cocok serta kuat seperti bentuk perahu, keempat kakinya bila jalan agak lamban karna memikul berat tubuh serta ekornya yg gemuk.
  • Umumnya domba jantan tidak bertanduk serta cuma sedikit yg memiliki tanduk kecil, sedang yg betina tidak bertanduk.
  • Keunggulan Domba Domba ekor gemuk ini yaitu tahan pada panas serta kering.

 

Domba Hampshire

Domba Hampshire diperkembang di daerah Hampshire, Inggris, pada era ke-19 lewat persilangan pada domba Southdown jantan dengan domba betina keturunan Wiltshire Horn serta Berkshire Knot.

Ciri khas Domba Hampshire :

  • Wajah berwarna gelap
  • Bulu panjang serta tidak tipis berwarna coklat.
  • Telinga agak melengkung.
  • Kaki berwarna hitam serta tidak tertutupi wol

 

Domba Polwarth

Domba Polwarth adalah type dual-purpose, diperkembang di Victoria, Australia mulai sejak th. 1880. Adalah persilangan pada Merino (75%) serta Lincoln (25%).

Domba Polwarth mempunyai badan yg besar, tegap, pemeliharaannya gampang serta mempunyai produktivitas wool yg tinggi dengan serat bulu berdiameter pada 22-25 mikron.

Domba Portland

Domba Portland datang dari Inggris serta adalah satu diantara breed Dorset.

Bertubuh kecil serta dipenuhi oleh wool terkecuali di bagian muka serta kaki sisi bawah yg berwana kecoklatan. Domba yg baru lahir berwarna serta berwarna agak keputih-putihan atau abu-abu sepanjang sebagian awal bulan kehidupan. Tanduk keluar sesudah dewasa serta berupa spiral.

Domba Rambouillet

Domba Rambouillet datang dari Prancis dimaksud juga Merino Prancis. Domba Rambouillet adalah type dwiguna.

Ciri khas Domba Rambouillet :

  • Badan besar, dalam, lebar serta padat dengan tulang-tulang yg kuat.
  • Kepala tegak.
  • Domba jantan bertanduk besar sedang betina tidak bertanduk.

 

Domba Norwegia (Villsau)

Domba Norwegia adalah domba primitif yg hidup di daerah Norwegia serta Skandinavia.

Mempunyai muka yg kecil dengan kaki yg bagus serta bulu yg berwarna nyaris putih hingga keabu-abuan, cokelat gelap serta hitam. Berat jantan dewasa sekitaran 43 kg serta betinanya 32 kg.

 

Domba Southdown

Domba Southdown datang dari Inggris serta adalah type pedaging.

Ciri khas Domba Southdown :

  • Tubuh kecil, lebar serta dalam, bentuk bulat, daging padat serta kaki pendek.
  • Garis punggung lurus, leher pendek serta tidak tipis.
  • Telinga pendek dengan ujung bulat serta tidak bertanduk.

 

Sekian sebagian type kambing serta domba yg banyak diternakkan baik untuk maksud penggemukan ataupun untuk hasilkan susu. Mudah-mudahan bisa berguna.

daging sapi

kotoran ternak sapi kerbau dan kambing bisa diolah menjadi Harga lemak kambing harga kambing di pasar jonggol jual daģing kambing banjarnegara jual kambing tawau harga daging kambing di carrefour penjual daging kambing di bali penjual kambing boer di medan persamaan dan perbedaan sapi dengan kambing jual beli kambing lamongan Harga tulang iga kambing harga kambing per kg bobot hidup harga kambing f3 harga kambing di pasar parung harga kambing aqiqah di pemalang harga daging kambing tasik harga daging kambing di cianjur persamaan sapi dan domba
perbedaan jenis kambing dan domba | dagingsapi.shop | 4.5
supplier daging sapi - di Aceh Barat | di Aceh Barat Daya | di Aceh Besar | di Aceh Jaya | di Aceh Selatan | di Aceh Singkil | di Aceh Tamiang | di Aceh Tengah | di Aceh Tenggara | di Aceh Timur | di Aceh Utara | di Agam | di Alor | di Asahan | di Asmat | di Badung | di Balangan | di Bandung | di Bandung Barat | di Banggai | di Banggai Kepulauan | di Banggai Laut | di Bangka | di Bangka Barat | di Bangka Selatan | di Bangka Tengah | di Bangkalan | di Bangli | di Banjar | di Banjarnegara | di Bantaeng | di Bantul | di Banyuasin | di Banyumas | di Banyuwangi | di Barito Kuala | di Barito Selatan | di Barito Timur | di Barito Utara | di Barru | di Batang | di Batanghari | di Batubara | di Bekasi | di Belitung | di Belitung Timur | di Belu | di Bener Meriah | di Bengkalis | di Bengkayang | di Bengkulu Selatan | di Bengkulu Tengah | di Bengkulu Utara | di Berau | di Biak Numfor | di Bima | di Bintan | di Bireuen | di Blitar | di Blora | di Boalemo | di Bogor | di Bojonegoro | di Bolaang Mongondow | di Bolaang Mongondow Selatan | di Bolaang Mongondow Timur | di Bolaang Mongondow Utara | di Bombana | di Bondowoso | di Bone | di Bone Bolango | di Boven Digoel | di Boyolali | di Brebes | di Buleleng | di Bulukumba | di Bulungan | di Bungo | di Buol | di Buru | di Buru Selatan | di Buton | di Buton Selatan | di Buton Tengah | di Buton Utara | di Ciamis | di Cianjur | di Cilacap | di Cirebon | di Dairi | di Deiyai | di Deli Serdang | di Demak | di Dharmasraya | di Dogiyai | di Dompu | di Donggala | di Empat Lawang | di Ende | di Enrekang | di Fakfak | di Flores Timur | di Garut | di Gayo Lues | di Gianyar | di Gorontalo | di Gorontalo Utara | di Gowa | di Gresik | di Grobogan | di Gunung Mas | di Gunungkidul | di Halmahera Barat | di Halmahera Selatan | di Halmahera Tengah | di Halmahera Timur | di Halmahera Utara | di Hulu Sungai Selatan | di Hulu Sungai Tengah | di Hulu Sungai Utara | di Humbang Hasundutan | di Indragiri Hilir | di Indragiri Hulu | di Indramayu | di Intan Jaya | di Jayapura | di Jayawijaya | di Jember | di Jembrana | di Jeneponto | di Jepara | di Jombang | di Kaimana | di Kampar | di Kapuas | di Kapuas Hulu | di Karanganyar | di Karangasem | di Karawang | di Karimun | di Karo | di Katingan | di Kaur | di Kayong Utara | di Kebumen | di Kediri | di Keerom | di Kendal | di Kepahiang | di Kepulauan Anambas | di Kepulauan Aru | di Kepulauan Mentawai | di Kepulauan Meranti | di Kepulauan Sangihe | di Kepulauan Selayar | di Kepulauan Siau Tagulandang Biaro | di Kepulauan Sula | di Kepulauan Talaud | di Kepulauan Yapen | di Kerinci | di Ketapang | di Klaten | di Klungkung | di Kolaka | di Kolaka Timur | di Kolaka Utara | di Konawe | di Konawe Kepulauan | di Konawe Selatan | di Konawe Utara | di Kotabaru | di Kotawaringin Barat | di Kotawaringin Timur | di Kuantan Singingi | di Kubu Raya | di Kudus | di Kulon Progo | di Kuningan | di Kupang | di Kutai Barat | di Kutai Kartanegara | di Kutai Timur | di Labuhanbatu | di Labuhanbatu Selatan | di Labuhanbatu Utara | di Lahat | di Lamandau | di Lamongan | di Lampung Barat | di Lampung Selatan | di Lampung Tengah | di Lampung Timur | di Lampung Utara | di Landak | di Langkat | di Lanny Jaya | di Lebak | di Lebong | di Lembata | di Lima Puluh Kota | di Lingga | di Lombok Barat | di Lombok Tengah | di Lombok Timur | di Lombok Utara | di Lumajang | di Luwu | di Luwu Timur | di Luwu Utara | di Madiun | di Magelang | di Magetan | di Mahakam Ulu | di Majalengka | di Majene | di Malaka | di Malang | di Malinau | di Maluku Barat Daya | di Maluku Tengah | di Maluku Tenggara | di Maluku Tenggara Barat | di Mamasa | di Mamberamo Raya | di Mamberamo Tengah | di Mamuju | di Mamuju Tengah | di Mamuju Utara | di Mandailing Natal | di Manggarai | di Manggarai Barat | di Manggarai Timur | di Manokwari | di Manokwari Selatan | di Mappi | di Maros | di Maybrat | di Melawi | di Mempawah | di Merangin | di Merauke | di Mesuji | di Mimika | di Minahasa | di Minahasa Selatan | di Minahasa Tenggara | di Minahasa Utara | di Mojokerto | di Morowali | di Morowali Utara | di Muara Enim | di Muaro Jambi | di Mukomuko | di Muna | di Muna Barat | di Murung Raya | di Musi Banyuasin | di Musi Rawas | di Musi Rawas Utara | di Nabire | di Nagan Raya | di Nagekeo | di Natuna | di Nduga | di Ngada | di Nganjuk | di Ngawi | di Nias | di Nias Barat | di Nias Selatan | di Nias Utara | di Nunukan | di Ogan Ilir | di Ogan Komering Ilir | di Ogan Komering Ulu | di Ogan Komering Ulu Selatan | di Ogan Komering Ulu Timur | di Pacitan | di Padang Lawas | di Padang Lawas Utara | di Padang Pariaman | di Pakpak Bharat | di Pamekasan | di Pandeglang | di Pangandaran | di Pangkajene dan Kepulauan | di Paniai | di Parigi Moutong | di Pasaman | di Pasaman Barat | di Paser | di Pasuruan | di Pati | di Pegunungan Arfak | di Pegunungan Bintang | di Pekalongan | di Pelalawan | di Pemalang | di Penajam Paser Utara | di Penukal Abab Lematang Ilir | di Pesawaran | di Pesisir Barat | di Pesisir Selatan | di Pidie | di Pidie Jaya | di Pinrang | di Pohuwato | di Polewali Mandar | di Ponorogo | di Poso | di Pringsewu | di Probolinggo | di Pulang Pisau | di Pulau Morotai | di Pulau Taliabu | di Puncak | di Puncak Jaya | di Purbalingga | di Purwakarta | di Purworejo | di Raja Ampat | di Rejang Lebong | di Rembang | di Rokan Hilir | di Rokan Hulu | di Rote Ndao | di Sabu Raijua | di Sambas | di Samosir | di Sampang | di Sanggau | di Sarmi | di Sarolangun | di Sekadau | di Seluma | di Semarang | di Seram Bagian Barat | di Seram Bagian Timur | di Serang | di Serdang Bedagai | di Seruyan | di Siak | di Sidenreng Rappang | di Sidoarjo | di Sigi | di Sijunjung | di Sikka | di Simalungun | di Simeulue | di Sinjai | di Sintang | di Situbondo | di Sleman | di Solok | di Solok Selatan | di Soppeng | di Sorong | di Sorong Selatan | di Sragen | di Subang | di Sukabumi | di Sukamara | di Sukoharjo | di Sumba Barat | di Sumba Barat Daya | di Sumba Tengah | di Sumba Timur | di Sumbawa | di Sumbawa Barat | di Sumedang | di Sumenep | di Supiori | di Tabalong | di Tabanan | di Takalar | di Tambrauw | di Tana Tidung | di Tana Toraja | di Tanah Bumbu | di Tanah Datar | di Tanah Laut | di Tangerang | di Tanggamus | di Tanjung Jabung Barat | di Tanjung Jabung Timur | di Tapanuli Selatan | di Tapanuli Tengah | di Tapanuli Utara | di Tapin | di Tasikmalaya | di Tebo | di Tegal | di Teluk Bintuni | di Teluk Wondama | di Temanggung | di Timor Tengah Selatan | di Timor Tengah Utara | di Toba Samosir | di Tojo Una-Una | di Tolikara | di Toli-Toli | di Toraja Utara | di Trenggalek | di Tuban | di Tulang Bawang | di Tulang Bawang Barat | di Tulungagung | di Wajo | di Wakatobi | di Waropen | di Way Kanan | di Wonogiri | di Wonosobo | di Yahukimo | di Yalimo | di Bali | di Banten | di Bengkulu | di Daerah Istimewa Yogyakarta | di Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta | di Gorontalo | di Jakarta Barat | di Jakarta Pusat | di Jakarta Selatan | di Jakarta Timur | di Jakarta Utara | di Jambi | di Jawa Barat (JABAR) | di Jawa Tengah (JATENG) | di Jawa Timur (JATIM) | di Kalimantan Barat (KALBAR) | di Kalimantan Selatan (KALSEL) | di Kalimantan Tengah (KALTENG) | di Kalimantan Timur (KALTIM) | di Kalimantan Utara (KALTARA) | di Kepulauan Bangka Belitung | di Kepulauan Riau (KEPRI) | di Kota Ambon | di Kota Balikpapan | di Kota Banda Aceh | di Kota Bandar Lampung | di Kota Bandung | di Kota Banjar | di Kota Banjarbaru | di Kota Banjarmasin | di Kota Batam | di Kota Batu | di Kota Bau-Bau | di Kota Bekasi | di Kota Bima | di Kota Binjai | di Kota Bitung | di Kota Blitar | di Kota Bogor | di Kota Bontang | di Kota Bukittinggi | di Kota Cilegon | di Kota Cimahi | di Kota Cirebon | di Kota Depok | di Kota Dumai | di Kota Gunungsitoli | di Kota Jambi | di Kota Kediri | di Kota Kendari | di Kota Kotamobagu | di Kota Langsa | di Kota Lhokseumawe | di Kota Lubuklinggau | di Kota Madiun | di Kota Magelang | di Kota Makassar | di Kota Malang | di Kota Manado | di Kota Mataram | di Kota Medan | di Kota Metro | di Kota Mojokerto | di Kota Padang | di Kota Padangpanjang | di Kota Padangsidempuan | di Kota Pagar Alam | di Kota Palembang | di Kota Palopo | di Kota Parepare | di Kota Pariaman | di Kota Pasuruan | di Kota Payakumbuh | di Kota Pekalongan | di Kota Pekanbaru | di Kota Pematangsiantar | di Kota Pontianak | di Kota Prabumulih | di Kota Probolinggo | di Kota Sabang | di Kota Salatiga | di Kota Samarinda | di Kota Sawahlunto | di Kota Semarang | di Kota Serang | di Kota Sibolga | di Kota Singkawang | di Kota Solok | di Kota Subulussalam | di Kota Sukabumi | di Kota Sungai Penuh | di Kota Surabaya | di Kota Surakarta | di Kota Tangerang | di Kota Tangerang Selatan | di Kota Tanjung Pinang | di Kota Tanjungbalai | di Kota Tasikmalaya | di Kota Tebing Tinggi | di Kota Tegal | di Kota Ternate | di Kota Tidore Kepulauan | di Kota Tomohon | di Kota Tual | di Lampung | di Maluku Utara | di Maluku | di Nusa Tenggara Barat (NTB) | di Nusa Tenggara Timur (NTT) | di Papua Barat | di Papua | di Riau | di Sulawesi Barat (SULBAR) | di Sulawesi Selatan (SULSEL) | di Sulawesi Tengah (SULTENG) | di Sulawesi Tenggara (SULTRA) | di Sulawesi Utara (SULUT) | di Sumatera Barat (SUMBAR) | di Sumatera Selatan (SUMSEL) | di Sumatera Utara (SUMUT)