PETUNJUK TEKNIS BUDIDAYA USAHA TERNAK SAPI POTONG

Thursday, September 21st, 2017 - daging sapi

PETUNJUK TEKNIS BUDIDAYA USAHA TERNAK SAPI POTONG

DINAS PETERNAKAN PERIKANAN DAN KLAUTAN (DPPK) KABUPATEN TASIKMALAYA

Maksud Produksi Sapi Potong
Alur Usaha Sapi Potong
System Intensif
System Integrasi Tanaman Pangan
SapiPadi
SapiJagung dll
System Integrasi Perkebunan
SapiKelapa
SapiSawit
SapiTebu
SapiKaret dll
System Integrasi perikanan
Penggembalaan
sapi lele

PETUNJUK TEKNIS BUDIDAYA USAHA TERNAK SAPI POTONG

PETUNJUK TEKNIS BUDIDAYA USAHA TERNAK SAPI POTONG

PETUNJUK TEKNIS BUDIDAYA USAHA TERNAK SAPI POTONG

PETUNJUK TEKNIS BUDIDAYA USAHA TERNAK SAPI POTONG

System Intensif
System Integrasi SAPISAWAH

Potensi Penggembalaan
Pemakaian tempat tidur

Tehnologi Budidaya Sapi Potong
Bibit serta pembibitan
Manajemen Reproduksi
Manajmen Pakan serta pemberiannya
Manajemen perkandangan serta pengendalian penyakit
Penyediaan hijauan pakan ternak
Kelembagaan serta pemasaran
Saat panen/pemrosesan produk
Pemrosesan limbah
1. Bibit serta pembibitan
Penentuan bibit (bentuk luar)
Tubuhnya panjang serta dalam
Bentuk badan sisi empat (balok)
Garis tubuh atas serta bawah sejajar
Paha penuh berisi
Dada lebar serta dalam
Kaki besar serta kokoh
Sehat
Persyaratan Sapi Potong Bibit
Tiga klasifikasi bibit : basic, induk serta sebar.
Penuhi kriteria umum :
Sehat, bebas cacat fisik, serta tak ada kelainan genetik.
Sapi betina tidak cacat alat reproduksi serta tidak mandul.
Sapi pejantan tidak cacat alat kelamin.
Penuhi kriteria spesial :
Penuhi standard kualitatif & kuantitatif yg diputuskan.
Seleksi sapi potong bibit
Prasyarat sapi PO bibit
Ciri betina serta jantan : warna bulu putih keabuabuan, kipas ekor (bulu rambut ekor) serta bulu sekitaran mata bewarna hitam, tubuh besar, gelambir longgar tergantung, punuk besar, leher pendek serta tanduk pendek.

SELEKSI PEJANTAN SEBAGAI BIBIT ATAU PEMACAK
Memiliki susunan pertulangan kuat & mantap
perkembangan otot simetris
Alat reproduksi testis & penis normal
Memiliki libido atau nafsu kawin tinggi
Perkawinan alam dikerjakan dengan rasio 3 jantan serta 100 betina
Pencatatan (Recording)
Rumpun
Silsilah
Perkawinan (tgl, pejantan, IB/alam)
Kelahiran (tgl, BB)
Beranak kembali (tgl, paritas)
Pakan (type, mengkonsumsi)
Vaksinasi, penyembuhan (tgl, perlakuan)
Mutasi (masuk serta keluar ternak)
2. Manajemen Reproduksi
System perkawinan
(Grup/individu)
Rasio jantan : betina
1 : 810
Perkawinan alam/IB
Sapi dara siap hasilkan anak
Deasa kelamin umumnya usia 9–20 bulan
Kawinkan I ♀ 1524 bulan, ♂ 1 thn
Perkawinan ♀ dikerjakan waktu birahi
Tandatanda :
Alat kelamin bengkak, basah, merah serta hangat
Menggerakgerakkan ekor
Diam apabila dinaiki/dikawini
Tidak gelisah serta nafsu makan turun
Siklus berahi sekali lagi + 21 hr
Perkawinan
Saat mengawinkan 1218 jam sesudah tanda berahi
Berahi kawin terlambat kawin
pagi sore malam pagi
Campur dengan pejantan
Hindari perkawinan sedarah dekat
Inseminasi Buatan (Kawin Suntik)
Meletakkan sperma kedalam alat kelamin betina
Keuntungan
Perkawinan silang
PMengawini betina lebih banyak
Hindari penyakit kelamin pejantan
n Semen :
Beku
cair
3. Manajemen perkandangan serta pengendalian penyakit
Letak kandang sesuai sama usia ternak
Kandang, type bahan, ukuran, kepadatan ternak
Type serta bahan tempat pakan serta air minum
Kenyamanan ternak
Kandang individu
Kandang kelompok
Penerangan serta ventilasi
Perbaikan perlakuan kesehatan lewat program sanitasi, vaksinasi, serta penyembuhan
Pilih tempat usaha sapi potong
Strategis : dekat areal pertanian, sumber air cukup, jauh dari pemukiman, dekat jalan raya
Memerhatikan ketinggian tempat, atap tinggi di dataran rendah
Keadaan tanah : terbuka serta landai
Iklim sesuai sama
Kandang, type bahan, ukuran, kepadatan ternak
Terbuat berbahan berkwalitas, tahan lama serta tidak gampang rusak
Kandang koloni luasan mesti sesuai sama jumlah sapi
Cost pembuatan tidaklah terlalu mahal
Konstruksi di buat dengan kemiringan 510o supaya air & urin tidak menggenang
Aliran udara baik
Cahaya matahari masuk dengan keseluruhan
Hindari terpaan angin dengan langsung
Atap di buat berbahan yg murah, awet serta berikan kesejukan siang hari
4. Manajemen Perkandangan
Kandang Individu
Di buat simpel dari kayu kemampuan 26 ekor
Terdapat dekat tempat tinggal dengan kebersihan & cahaya matahari yg cukup
Penyusunan serta sistem perlakuan limbah untuk produksi kompos atau biogas
Kandang Kelompok
Terbagi dalam 10 anggota dengan 2 ekor sapi/anggota.
Terbuat berbahan kayu dengan kemampuan 12 ekor
Terdapat dekat desa dengan penyusunan pengawasan dengan bergilir dari anggota kelompok
Kebersihan, cahaya matahari serta petukaran udara cukup
Perlakuan limbah untuk produksi kompos & biogas

Kandang individu terbuat berbahan murah serta sederhana
Ukuran kandang per ekor sapi
Panjang &lebar lantai ; 2, 10×1, 45 m untuk sapi lokal serta 2, 10×1, 50 m untuk sapi eks import serta perah jantan.
Panjang tempat ransum serta air minum : 1, 45×1, 50 cm (selebar tempat sapi).
Di antara tempat ransum serta air minum bisa di buat penyekat setebal kirakira 7, 510 cm.
Panjang tempat ransum 95100 cm, lebar 50 cm serta kedalaman 40 cm.
Panjang tempat air minum : 4555 cm, lebar 50 cm serta kedalaman 40 cm.
Di bagian belakang sapi di buat selokan dengan lebar 2530 cm serta kedalaman 1520 cm.
Type serta bahan tempat pakan & air minum
Tempat pakan serta minum bisa di buat dari tembok beton dengan lubang pembuangan air di bagian tengah. Tempat pakan dapatlah di buat dari kayu, sedang tempat air minum memakai ember.
5. Pengendalian Penyakit
Kebersihan terkadang serta peralatan dan memadikan ternak.
Untuk mencegah penyakit semuanya perlengkapan serta sisi kandang disucihamakan dengan memakai lysol, kreolin lewat penyemprotan, penyiraman serta perendaman.
Untuk menghindar masuknya penyakit dari sapi yg datang dari luar, baiknya sapi baru dipisahkan pada kandang isolasi.
Vaksinasi yaitu satu diantara langkah mencegah penyakit menyebar yg diberi dengan teratur.
6. Pakan serta pemberian pakan
Identifikasi bahan pakan
Formulasi ransum
Langkah pemberian pakan
Pengawetan bahan pakan/penyimpanan
Penyiapan serta pemrosesan bahan pakan
RUMPUT
LEGUMINOSA
Limbah Pertanian/Perkebunan

PAKAN DAN CARA PEMBERIANNYA

SUMBER BAHAN PAKAN
Untuk sapi perbibitan sumber pakan diupayakan dari tempat setempat
seperti hijauan (rumput, legum) serta dapat ditambah dedak
KEBUTUHAN PAKAN
Sapi bunting serta laktasi
Sapi bunting membutuhkan jumlah serta kwalitas pakan yg tambah baik dengan menambahkan dedak padi 0, 5 kg/ekor/hari
Sapi Pejantan
Untuk menjaga libidonya yg tinggi butuh diberi makanan penambahan berbentuk dedak padi 1 kg/ek/hari selain hijauan pakan ternak seperti rumput & legum sejumlah 3% bahan kering dari berat tubuhnya
KUANTITAS DAN KUALITAS PAKAN
Jumlah serta kwalitas pakan begitu perlu untuk di perhatikan baik hijauan ataupun konsentrate. Tetaplah berdasar pada bahan pakan yg ada dilokasi

MANAJEMEN PEMELIHARAAN TERNAK PENGGEMUKAN

SAAT MEMULAI PROSES PENGGEMUKAN
Ternak sapi bakalan ditimbang berat tubuhnya
Diberi obat cacing dengan dosis sesuai sama panduan dalam obat tersebut
SELAMA PROSES PENGGEMUKAN
Diberi pakan dengan teratur terlebih jam pemberian pakan mesti tetaplah sehari-harinya umpamanya jam 08. 00 wib.
Kurangi masalah yg bisa buat sapi stress karna bisa turunkan PBBH
Beri pakan sesuai sama kebutuhannya
SAAT AKHIR PROSES PENGGEMUKAN
Sapi ditimbang untuk ketahui analisis untung/rugi sepanjang sistem penggemukan
Perlakuan yg hati2 waktu sapi dinaikkan dalam kendaraan/truk supaya tidak berontak karna bisa turunkan prosentase karkasnya serta kwalitas dagingnya waktu dipotong

PAKAN DAN CARA PEMBERIANNYA
SUMBER BAHAN PAKAN
Untuk sapi penggemukan sumber pakan diupayakan dari tempat setempat seperti hijauan (rumput, legum), jerami padi, palawija ditambah bahan konsentrate dari dedak padi, limbah sawit, coklat, ampas tahu, tempe dll
KEBUTUHAN PAKAN
Pakan untuk 1 bulan pertama
Keperluan pakan untuk sapi penggemukan bulan pertama dengan keperluan 3% bahan kering dari berat tubuh. perbandingan pada hijauan : konsentrate 80 : 20 persen.
Pakan untuk 23 bulan
Keperluan pakan untuk sapi penggemukan untuk periode 23 bulan dengan
keperluan 3% bahan kering dari berat tubuh. Perbandingan pada hijauan :
konsentrate 60 : 40 persen.
Pakan untuk 46 bulan
Keperluan pakan untuk sapi penggemukan untuk periode 46 bulan dengan
keperluan 3% bahan kering dari berat tubuh. Perbandingan pada hijauan : konsentrate 40 : 60%. Untuk bulan ke 45 serta untuk bulan paling akhir (6) dengan perbandingan 20 : 80 %

 

CARA PEMBERIAN PAKAN
Untuk program penggemukan baiknya pakan senantiasa ada di bak pakan serta pemberian konsentrate lebih dahulu yg dibarengi dengan pemberian hijauan. Hijauan baiknya dipotong kecil untuk tingkatkan efisiensi dalam sistem pencernaannya
Langkah pemberiannya
BB sapi jantan 240 kg
Bertambahnya BB : 0. 60 kg/hari

Contoh ransum :
Rumput unggul : 25 kg
Konsentrat :
Dedak 3. 8 kg
Urea 93 gr
Garam 100 gr
Tepung tulang 50 gr
Kapur 50 gr

Tehnik Penyusunan Pemberian Pakan
Pemberian hijauan serta konsentrat 2x/hari
Pemberian konsentrat I : jam 08. 00
Pemberian hijauan I : jam 11. 00
Pemberian konsentrat II : jam 15. 00
Pemberian hijauan II : jam 18. 00

Air Minum
Ada dalam kandang
Untuk seekor ternak sapi dengan berat tubuh 200 kg membutuhkan air sejumlah 27 liter /hari serta juga akan di keluarkan berbentuk air seni sejumlah 13 liter.

KEGIATAN PASCA PANEN
Pemotongan, pengulitan, pengeluaran jeroan, penirisan, pembelahan daging dengan tulang (deboning), penyimpanan (chilling room/unit), pengemasan daging segar
Penggaraman, penjemuran (kulit)
PENGOLAHAN
Pengasapan daging, pemrosesan
dendeng, pemrosesan abon
Penggilingan daging (Minced) dan
product olahan kelanjutan
Penyimpanan (chilling room/unit),
pengemasan
Penyamakan, pemrosesan kulit jadi bahan pangan

 

Show entries
Search :
No Type Sapi Umur Sapi Kisaran Berat Hidup Masa Berlaku Harga
1 Limosin

1, 5 Tahun

350 Kg

8. 500. 000

2 Simmental/Metal 1, 5 Th. 350 Kg 8. 500. 000
3 Brahman 1, 5 Th. 300 Kg 8. 000. 000
4 PO/Jawa 1, 5 Th. 200 Kg 6. 500. 000
5 Bali 1, 5 Th. 200 Kg 6. 500. 000
Showing 1 to 5 of 5 entries
Show entries
Search :
No Type Sapi Umur Sapi Kisaran Berat Hidup Masa Berlaku Harga Sapi
1 Limosin 2 sampai 2, 5 Th. 500 Up 11. 000. 000
2 Simmental 2 sampai 2, 5 Th. 500 Up 11. 000. 000
3 Brahman 2 sampai 2, 5 Th. 450 Up 10. 500. 000
4 PO/Jawa 2 Tahunan 300 Up 9. 000. 000
5 Bali 2 Tahunan 300 Up 10. 000. 000
Showing 1 to 5 of 5 entries

Harga sewaktuwaktu bisa beralih tanpa ada pemberitahuan sebelumnya

 

Daftar harga Ternak Sapi ikuti Harga standard Nasional yg bisa diliat pada

JENISJENIS SAPI YANG TERSEDIA DI CV SUKA JAYA

daging sapi

PETUNJUK TEKNIS BUDIDAYA USAHA TERNAK SAPI POTONG | dagingsapi.shop | 4.5
supplier daging sapi - di Aceh Barat | di Aceh Barat Daya | di Aceh Besar | di Aceh Jaya | di Aceh Selatan | di Aceh Singkil | di Aceh Tamiang | di Aceh Tengah | di Aceh Tenggara | di Aceh Timur | di Aceh Utara | di Agam | di Alor | di Asahan | di Asmat | di Badung | di Balangan | di Bandung | di Bandung Barat | di Banggai | di Banggai Kepulauan | di Banggai Laut | di Bangka | di Bangka Barat | di Bangka Selatan | di Bangka Tengah | di Bangkalan | di Bangli | di Banjar | di Banjarnegara | di Bantaeng | di Bantul | di Banyuasin | di Banyumas | di Banyuwangi | di Barito Kuala | di Barito Selatan | di Barito Timur | di Barito Utara | di Barru | di Batang | di Batanghari | di Batubara | di Bekasi | di Belitung | di Belitung Timur | di Belu | di Bener Meriah | di Bengkalis | di Bengkayang | di Bengkulu Selatan | di Bengkulu Tengah | di Bengkulu Utara | di Berau | di Biak Numfor | di Bima | di Bintan | di Bireuen | di Blitar | di Blora | di Boalemo | di Bogor | di Bojonegoro | di Bolaang Mongondow | di Bolaang Mongondow Selatan | di Bolaang Mongondow Timur | di Bolaang Mongondow Utara | di Bombana | di Bondowoso | di Bone | di Bone Bolango | di Boven Digoel | di Boyolali | di Brebes | di Buleleng | di Bulukumba | di Bulungan | di Bungo | di Buol | di Buru | di Buru Selatan | di Buton | di Buton Selatan | di Buton Tengah | di Buton Utara | di Ciamis | di Cianjur | di Cilacap | di Cirebon | di Dairi | di Deiyai | di Deli Serdang | di Demak | di Dharmasraya | di Dogiyai | di Dompu | di Donggala | di Empat Lawang | di Ende | di Enrekang | di Fakfak | di Flores Timur | di Garut | di Gayo Lues | di Gianyar | di Gorontalo | di Gorontalo Utara | di Gowa | di Gresik | di Grobogan | di Gunung Mas | di Gunungkidul | di Halmahera Barat | di Halmahera Selatan | di Halmahera Tengah | di Halmahera Timur | di Halmahera Utara | di Hulu Sungai Selatan | di Hulu Sungai Tengah | di Hulu Sungai Utara | di Humbang Hasundutan | di Indragiri Hilir | di Indragiri Hulu | di Indramayu | di Intan Jaya | di Jayapura | di Jayawijaya | di Jember | di Jembrana | di Jeneponto | di Jepara | di Jombang | di Kaimana | di Kampar | di Kapuas | di Kapuas Hulu | di Karanganyar | di Karangasem | di Karawang | di Karimun | di Karo | di Katingan | di Kaur | di Kayong Utara | di Kebumen | di Kediri | di Keerom | di Kendal | di Kepahiang | di Kepulauan Anambas | di Kepulauan Aru | di Kepulauan Mentawai | di Kepulauan Meranti | di Kepulauan Sangihe | di Kepulauan Selayar | di Kepulauan Siau Tagulandang Biaro | di Kepulauan Sula | di Kepulauan Talaud | di Kepulauan Yapen | di Kerinci | di Ketapang | di Klaten | di Klungkung | di Kolaka | di Kolaka Timur | di Kolaka Utara | di Konawe | di Konawe Kepulauan | di Konawe Selatan | di Konawe Utara | di Kotabaru | di Kotawaringin Barat | di Kotawaringin Timur | di Kuantan Singingi | di Kubu Raya | di Kudus | di Kulon Progo | di Kuningan | di Kupang | di Kutai Barat | di Kutai Kartanegara | di Kutai Timur | di Labuhanbatu | di Labuhanbatu Selatan | di Labuhanbatu Utara | di Lahat | di Lamandau | di Lamongan | di Lampung Barat | di Lampung Selatan | di Lampung Tengah | di Lampung Timur | di Lampung Utara | di Landak | di Langkat | di Lanny Jaya | di Lebak | di Lebong | di Lembata | di Lima Puluh Kota | di Lingga | di Lombok Barat | di Lombok Tengah | di Lombok Timur | di Lombok Utara | di Lumajang | di Luwu | di Luwu Timur | di Luwu Utara | di Madiun | di Magelang | di Magetan | di Mahakam Ulu | di Majalengka | di Majene | di Malaka | di Malang | di Malinau | di Maluku Barat Daya | di Maluku Tengah | di Maluku Tenggara | di Maluku Tenggara Barat | di Mamasa | di Mamberamo Raya | di Mamberamo Tengah | di Mamuju | di Mamuju Tengah | di Mamuju Utara | di Mandailing Natal | di Manggarai | di Manggarai Barat | di Manggarai Timur | di Manokwari | di Manokwari Selatan | di Mappi | di Maros | di Maybrat | di Melawi | di Mempawah | di Merangin | di Merauke | di Mesuji | di Mimika | di Minahasa | di Minahasa Selatan | di Minahasa Tenggara | di Minahasa Utara | di Mojokerto | di Morowali | di Morowali Utara | di Muara Enim | di Muaro Jambi | di Mukomuko | di Muna | di Muna Barat | di Murung Raya | di Musi Banyuasin | di Musi Rawas | di Musi Rawas Utara | di Nabire | di Nagan Raya | di Nagekeo | di Natuna | di Nduga | di Ngada | di Nganjuk | di Ngawi | di Nias | di Nias Barat | di Nias Selatan | di Nias Utara | di Nunukan | di Ogan Ilir | di Ogan Komering Ilir | di Ogan Komering Ulu | di Ogan Komering Ulu Selatan | di Ogan Komering Ulu Timur | di Pacitan | di Padang Lawas | di Padang Lawas Utara | di Padang Pariaman | di Pakpak Bharat | di Pamekasan | di Pandeglang | di Pangandaran | di Pangkajene dan Kepulauan | di Paniai | di Parigi Moutong | di Pasaman | di Pasaman Barat | di Paser | di Pasuruan | di Pati | di Pegunungan Arfak | di Pegunungan Bintang | di Pekalongan | di Pelalawan | di Pemalang | di Penajam Paser Utara | di Penukal Abab Lematang Ilir | di Pesawaran | di Pesisir Barat | di Pesisir Selatan | di Pidie | di Pidie Jaya | di Pinrang | di Pohuwato | di Polewali Mandar | di Ponorogo | di Poso | di Pringsewu | di Probolinggo | di Pulang Pisau | di Pulau Morotai | di Pulau Taliabu | di Puncak | di Puncak Jaya | di Purbalingga | di Purwakarta | di Purworejo | di Raja Ampat | di Rejang Lebong | di Rembang | di Rokan Hilir | di Rokan Hulu | di Rote Ndao | di Sabu Raijua | di Sambas | di Samosir | di Sampang | di Sanggau | di Sarmi | di Sarolangun | di Sekadau | di Seluma | di Semarang | di Seram Bagian Barat | di Seram Bagian Timur | di Serang | di Serdang Bedagai | di Seruyan | di Siak | di Sidenreng Rappang | di Sidoarjo | di Sigi | di Sijunjung | di Sikka | di Simalungun | di Simeulue | di Sinjai | di Sintang | di Situbondo | di Sleman | di Solok | di Solok Selatan | di Soppeng | di Sorong | di Sorong Selatan | di Sragen | di Subang | di Sukabumi | di Sukamara | di Sukoharjo | di Sumba Barat | di Sumba Barat Daya | di Sumba Tengah | di Sumba Timur | di Sumbawa | di Sumbawa Barat | di Sumedang | di Sumenep | di Supiori | di Tabalong | di Tabanan | di Takalar | di Tambrauw | di Tana Tidung | di Tana Toraja | di Tanah Bumbu | di Tanah Datar | di Tanah Laut | di Tangerang | di Tanggamus | di Tanjung Jabung Barat | di Tanjung Jabung Timur | di Tapanuli Selatan | di Tapanuli Tengah | di Tapanuli Utara | di Tapin | di Tasikmalaya | di Tebo | di Tegal | di Teluk Bintuni | di Teluk Wondama | di Temanggung | di Timor Tengah Selatan | di Timor Tengah Utara | di Toba Samosir | di Tojo Una-Una | di Tolikara | di Toli-Toli | di Toraja Utara | di Trenggalek | di Tuban | di Tulang Bawang | di Tulang Bawang Barat | di Tulungagung | di Wajo | di Wakatobi | di Waropen | di Way Kanan | di Wonogiri | di Wonosobo | di Yahukimo | di Yalimo | di Bali | di Banten | di Bengkulu | di Daerah Istimewa Yogyakarta | di Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta | di Gorontalo | di Jakarta Barat | di Jakarta Pusat | di Jakarta Selatan | di Jakarta Timur | di Jakarta Utara | di Jambi | di Jawa Barat (JABAR) | di Jawa Tengah (JATENG) | di Jawa Timur (JATIM) | di Kalimantan Barat (KALBAR) | di Kalimantan Selatan (KALSEL) | di Kalimantan Tengah (KALTENG) | di Kalimantan Timur (KALTIM) | di Kalimantan Utara (KALTARA) | di Kepulauan Bangka Belitung | di Kepulauan Riau (KEPRI) | di Kota Ambon | di Kota Balikpapan | di Kota Banda Aceh | di Kota Bandar Lampung | di Kota Bandung | di Kota Banjar | di Kota Banjarbaru | di Kota Banjarmasin | di Kota Batam | di Kota Batu | di Kota Bau-Bau | di Kota Bekasi | di Kota Bima | di Kota Binjai | di Kota Bitung | di Kota Blitar | di Kota Bogor | di Kota Bontang | di Kota Bukittinggi | di Kota Cilegon | di Kota Cimahi | di Kota Cirebon | di Kota Depok | di Kota Dumai | di Kota Gunungsitoli | di Kota Jambi | di Kota Kediri | di Kota Kendari | di Kota Kotamobagu | di Kota Langsa | di Kota Lhokseumawe | di Kota Lubuklinggau | di Kota Madiun | di Kota Magelang | di Kota Makassar | di Kota Malang | di Kota Manado | di Kota Mataram | di Kota Medan | di Kota Metro | di Kota Mojokerto | di Kota Padang | di Kota Padangpanjang | di Kota Padangsidempuan | di Kota Pagar Alam | di Kota Palembang | di Kota Palopo | di Kota Parepare | di Kota Pariaman | di Kota Pasuruan | di Kota Payakumbuh | di Kota Pekalongan | di Kota Pekanbaru | di Kota Pematangsiantar | di Kota Pontianak | di Kota Prabumulih | di Kota Probolinggo | di Kota Sabang | di Kota Salatiga | di Kota Samarinda | di Kota Sawahlunto | di Kota Semarang | di Kota Serang | di Kota Sibolga | di Kota Singkawang | di Kota Solok | di Kota Subulussalam | di Kota Sukabumi | di Kota Sungai Penuh | di Kota Surabaya | di Kota Surakarta | di Kota Tangerang | di Kota Tangerang Selatan | di Kota Tanjung Pinang | di Kota Tanjungbalai | di Kota Tasikmalaya | di Kota Tebing Tinggi | di Kota Tegal | di Kota Ternate | di Kota Tidore Kepulauan | di Kota Tomohon | di Kota Tual | di Lampung | di Maluku Utara | di Maluku | di Nusa Tenggara Barat (NTB) | di Nusa Tenggara Timur (NTT) | di Papua Barat | di Papua | di Riau | di Sulawesi Barat (SULBAR) | di Sulawesi Selatan (SULSEL) | di Sulawesi Tengah (SULTENG) | di Sulawesi Tenggara (SULTRA) | di Sulawesi Utara (SULUT) | di Sumatera Barat (SUMBAR) | di Sumatera Selatan (SUMSEL) | di Sumatera Utara (SUMUT)